Mengkaji Ikan Paus di Kenpark
Menarik sekali kegiatan TK Primagama ini dalam mendidik murid-muridnya menyelidiki alam.
Belajar sains tidak harus dilakukan secara kaku atau sampai memberatkan. Apalagi, tema-tema berat efek hujan asam bagi manusia hingga bagaimana arkeolog menemukan jejak binatang purba bisa disampaikan secara menyenangkan. Taman Kanak-Kanak (TK) Primagama Surabaya sudah membuktikannya.
Satu minggu yang lalu, anak-anak beserta orangtuanya diminta mencari segala informasi mengenai ikan paus. Mulai dari jenisnya, masalah yang dihadapi, hingga dampak kepunahan ikan paus terhadap ekosistem dan kehidupan manusia.
"Kebetulan 2 Desember lalu, kan, Hari Konvensi Ikan Paus. Mungkin belum banyak yang tahu soal itu di Indonesia. Karena itu tema tersebut kami angkat," kata Supervisor TK Primagama, Hadian Mariyadi di sela-sela out bound bertema eksperimen fosil makhluk laut dan penyelamatan ikan paus di Kenpark, Sabtu 5 Desember 2009.
"Dengan memberi tugas ini, akhirnya tercipta kerja sama antara anak dengan orangtua. Di sekolah, anak-anak diminta menceritakan kembali proses pencarian data hingga hasil yang mereka dapatkan," katanya.
Ketika proses percobaan dilakukan pun, anak-anak tidak bekerja sendiri. Orangtua siswa yang sengaja diminta mendampingi juga harus ikut serta. Susi, misalnya. Warga Rungkut ini mendampingi putranya, Antasari Cakra Wijaya yang duduk di kelas A TK Primagama.
"Menyenangkan juga main-main seperti ini. Sebelumnya saya tidak pernah tahu tentang kehidupan ikan paus, apa itu hujan asam dan bagaimana fosil-fosil itu ditemukan. Dengan begini kita bisa cerita ke anak-anak," katanya.
Dengan telaten Susi membimbing Cakra menuangkan gypsum ke cetakan untuk percobaan jejak fosil. Karena dilakukan dengan bermain-main bersama 80 anak lainnya, Cakra pun jadi tertarik mendengarkan penjelasan guru yang menjadi pembimbing kelompoknya.
Laporan: Anggraenny Prajayanti
(Sumber: vivanews/Ismoko Widjaya)
0 Komentar

Artikel Lainnya
-

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH
Museum Kesehatan juga dikenal sebagai Museum Santet karena menyimpan barang-barang mistis, sela...Baca» -

Tembang Jawa Eksis di Royal Plaza
Tembang jawa, kini mulai merambah kota. Terbukti dari antusiasme masyarakat untuk ikut dalam lo...Baca» -

Cabut Toleransi Enam Bulan
Toleransi waktu enam bulan bagi pelanggar Perda Rokok menimbulkan kesan seolah perda itu mubazi...Baca» -

Warga Surabaya Tumplek Blek di Karnaval Bebas Nyeri Kanker
Karnaval 'Surabaya 2010 Bebas Nyeri Kanker' di Surabaya benar-benar meriah. Sekitar 7 ribu warg...Baca» -

Teliti Bangunan Pasca Gempa, ITS Kirim The Dream Team ke Padang
Satu lagi inovasi dari ITS! Pasca Gempa Padang Kampus yang berlokasi di Sukolilo ini mengirim T...Baca» -

Job Fair Unair, Membludak!
Job Fair Unair kembali digelar, tak ayal lagi para jobseeker pun datang membludak ke acara ters...Baca»
